14 September 2020

PENYETARAAN REAKSI REDOKS



Dalam ilmu kimia, terdapat jenis reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Jika kedua reaksi tersebut terjadi secara bersamaan, kita menyebutnya sebagai reaksi redoks. Selama terjadi reaksi redoks, jumlah elektron yang hilang sama dengan jumlah elektron yang diperoleh.
Reaksi redoks terjadi pada baterai dan menghasilkan energi listrik. Reaksi ini juga dapat ditemukan pada korosi atau karat, proses pewarnaan rambut, serta pembusukan apel. Reaksi redoks rupanya memberikan dampak pula pada pembukaan lubang ozon akibat penggunaan hidrogen cair sebagai bahan bakar.
Selain itu, reaksi redoks banyak digunakan di bidang farmasi, biologi, industri, metalurgi, dan pertanian. Reaksi ini pula yang membantu menangkap energi matahari lewat proses fotosintesis yang dilakukan oleh tanaman hijau.
Untuk menyetarakan reaksi redoks, kita dapat melakukannya dengan dua metode, yaitu metode bilangan oksidasi dan metode ion elektron.


Metode Bilangan Oksidasi

Metode penyetaraan reaksi redoks menggunakan bilangan oksidasi didasarkan pada perubahan bilangan oksidasi pada oksidator dan reduktor.

Langkah-langkah untuk menyeimbangkan persamaan kimia dengan metode bilangan oksidasi adalah sebagai berikut.

  1. Tuliskan persamaan skeletal.
  2. Hitung bilangan oksidasi setiap elemen.
  3. Hitung kenaikan atau penurunan bilangan oksidasi per atom dan identifikasi oksidator dan reduktor.
  4. Jika kenaikan dan penurunan ini tidak sama, kemudian gandakan pengoksidasi dan reduktor dengan bilangan bulat yang sesuai untuk menyamakan total peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi.
  5. Seimbangkan semua atom selain hidrogen dan oksigen.
  6. Setarakan hidrogen dan oksigen dengan dua langkah berikut.
  7. Dalam suasana asam, tambahkan molekul H2O ke sisi kekurangan oksigen dan tambahkan atom hidrogen sebagai ion H+ke sisi yang kekurangan hidrogen.
  8. Dalam suasana basa tambahkan molekul H2O ke sisi kekurangan oksigen. Untuk hidrogen, tambahkan molekul H2O ke sisi yang kekurangan hidrogen dan kemudian tambahkan jumlah ion OHyang sama pada sisi yang berlawanan.

Metode Ion Elektron

Sementara itu, metode penyetaraan menggunakan ion elektron didasarkan pada prinsip bahwa elektron yang hilang selama reaksi setengah oksidasi sama dengan elektron yang diperoleh selama reaksi reduksi setengah.

Langkah-langkah untuk menyeimbangkan reaksi redoks dengan metode elektron ion adalah:

  1. Tuliskan persamaan skeletal.
  2. Hitung bilangan oksidasi setiap elemen.
  3. Identifikasi spesies yang teroksidasi dan yang tereduksi.
  4. Pisahkan persamaan skeletal menjadi dua setengah reaksi, yaitu reaksi setengah oksidasi dan reaksi setengah reduksi.
  5. Seimbangkan dua setengah reaksi secara terpisah.
  6. Seimbangkan atom unsur, yang telah mengalami perubahan bilangan oksidasi.
  7. Tambahkan elektron ke sisi yang diperlukan untuk menyeimbangkan muatan.
  8. Seimbangkan atom oksigen dengan menambahkan molekul H2O yang cukup pada sisi kekurangan oksigen.
  9. Seimbangkan atom H dengan menambahkan ion H+(dalam suasana asam atau netral) atau dengan menambahkan molekul H2O yang dibutuhkan pada sisi defisiensi Hidrogen dan ion OH yang sama pada sisi yang berlawanan (dalam suasana basa).
  10. Kalikan dua setengah reaksi dengan bilangan bulat yang sesuai sehingga jumlah total elektron yang diperoleh dalam satu reaksi setengah sama dengan jumlah elektron yang hilang dalam setengah reaksi lainnya.

07 September 2020

REDOKS DAN ELEKTROKIMIA (Pendahuluan)


Elektrokimia merupakan cabang dari ilmu kimia yang secara khusus mempelajari hubungan listrik dan reaksi kimia. Proses-proses elektrokimia merupakan reaksi redoks (oksidasi-reduksi) di mana energi yang dihasilkan dari reaksi spontan dikonversi menjadi energi listrik atau di mana energi listrik digunakan untuk mendorong suatu reaksi nonspontan untuk terjadi.

Reaksi kimia dapat digolongkan menjadi berbagai macam reaksi. Salah satu diantaranya adalah reaksi yang berkaitan dengan perubahan bilangan oksidasi dari atom-atom sebelum dan sesudah reaksi. Dari tinjauan bilangan oksidasi reaksi dapat dibedakan menjadi 2 jenis reaksi yaitu :

  1. Golongan reaksi dimana atom-atom yang terlibat tidak mengalami perubahan bilangan oksidasi sebelum dan sesudah reaksi. Reaksi dimana atom-atom yang terlibat tidak mengalami perubahan bilangan oksidasi disebut reaksi bukan reduksi-oksidasi yang lazim disebut reaksi bukan redoks.
  2. Golongan reaksi dimana diantara atom-atom yang terlibat ada yang mengalami perubahan bilangan oksidasi. Sebelum dan sesudah reaksi bilangan oksidasi atom-atom yang terlibat tidak sama (berubah). Reaksi ini disebut reaksi reduksi-oksidasi (reaksi redoks)

  1. PENGERTIAN REAKSI REDOKS

Redoks ( reduksi-oksidasi). Reduksi adalah penerimaan elektron atau penurunan bilangan oksidasi, sedangkan oksidasi adalah pelepasan elektron atau peningkatan bilangan oksidasi

CONTOH : REAKSI REDUKSI

Cu2+(aq) + 2e -------> Cu (s)                               Ag+(aq) + e --------> Ag(s)

CONTOH : REAKSI OKSIDASI

Zn(s) --------> Zn2+(aq)+ 2e                                    Al(s) ---------> Al3+(aq) + 3e


2. Konsep-konsep dasar Redoks

  1. Oksidasi adalah peristiwa pelepasan elektron atau penambahan (kenaikan) bilangan oksidasi
  2. Reduksi adalah peristiwa penangkapan elektron atau pengurangan (penurunan)  bilangan oksidasi
  3. Reduktor (pereduksi) adalah zat yang mengalami oksidasi atau zat yang melepaskan elektron, atau zat yang bilangan oksidasinya naik
  4. Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi atau zat yang menangkap elektron atau zat yang bilangan oksidasinya turun
  5. Redoks adalah reaksi yang terdiri dari peristiwa reduksi dan oksidasi atau reaksi perubahan bilangan oksidasi
  6. Reaksi disproporsionasi (autoredoks) adalah reaksi redoks dimana hanya satu jenis atom yang mengalami reduksi dan oksidasi atau reaksi redoks dimana hanya satu jenis atom yang bilangan oksidasinya berubah
  7. Mol elektron adalah selisih bilangan oksidasi

3. Aturan-aturan penentuan bilangan oksidasi :

  1.   Atom-atom dalam unsur memiliki bilangan oksidasi nol
  2.   Atom H dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi +1
  3.   Dalam hidrida logam (misal NaH, BaH2, AlH3) bilangan oksidasi H = -1
  4.   Atom O dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi = -2
  5.   Dalam senyawa F2O, bilangan oksidasi O = +2
  6.   Dalam peroksida (misal H2O2, Na2O2, BaO2) bilangan oksidasi O= -1
  7.   Atom logam dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi positif
  8.   Jumlah bilangan oksidasi atom-atom dalam senyawa = Nol
  9.   Jumlah bilangan oksidasi atom-atom dalam ion = muatan ion
  10.  Jika dua atom berikatan, bilangan oksidasi negatif selalu dimiliki atom yang keelektronegatifannya lebih besar


05 Agustus 2020

Tekanan Osmotik



Hai.! Pernah memperhatikan saat air diserap oleh tanah dan mengarah ke sel akar tanaman? Itulah yang dinamakan dengan tekanan osmotik. Kira-kira bagaimana ya skema penerapan teknik ini dalam kehidupan sehari-hari kita. Penasaran? Langsung baca di artikel berikut ya!
Osmosis adalah peristiwa difusi atau perpindahan pelarut dari suatu larutan lebih encer atau pelarut murni ke larutan yang lebih pekat melalui membran semipermeabel. Supaya kamu lebih paham, coba perhatikan gambar di bawah ini. Pada gambar tersebut ada dua wadah yang diisi air murni (A) dan suatu larutan (B). Keduanya dipisahkan oleh membran semipermeabel yang hanya bisa dilalui oleh molekul air saja.
tekanan osmotik
Proses osmosis dengan membran semipermeabel
Gambar (a) menggambarkan kondisi awal, setelah beberapa lama akan tampak seperti gambar (b). Permukaan larutan B menjadi naik, sedangkan permukaan air murni B turun, hingga kesetimbangan tercapai. Tekanan balik dibutuhkan untuk menahan terjadinya osmosis seperti di gambar (c) yang besarnya tentu sama dengan tekanan pada peristiwa osmosis.
Jika kondisi antara dua larutan sama besar maka disebut isotonik. Apabila, salah satunya lebih besar disebut hipertonik, dan jika lebih rendah disebut hipotonik. Tekanan osmotik adalah tekanan hidrostatik yang terbentuk pada larutan untuk menghentikan proses osmosis pelarut ke dalam larutan melalui membran semipermeabel.
Seperti yang telah disebutkan, besarnya tekanan luar (tekanan osmotik) adalah sama dengan tekanan untuk melakukan osmosis tersebut. Oleh karena itu, juga dapat didefinisikan sebagai tekanan luar yang diberikan pada larutan untuk menghentikan proses osmosis pelarut ke dalam larutan melalui membran semipermeabel.
Jadi secara umum, pengertian tekanan ini adalah suatu larutan sama dapat berupa tekanan hidrostatis yang terbentuk dalam larutan atau tekanan luar yang diberikan pada larutan untuk menghentikan proses osmosis.
Nilai Tekanan Osmotik (Ï€) dari suatu larutan dapat dihitung menggunakan persamaan van’t Hoff, yang identik dengan Hukum Gas Ideal.
Ï€ V     = nRT
Ï€     = (n/V) R T
Ï€     = M x R x T
dengan :
Ï€ = tekanan osmotik (atm atau Pa)
    = volume larutan (L atau dm³)
    = mol zat terlarut (mol)
    = suhu
    = 0,082 L atm / mol K = 8,314 m³ Pa / mol K
Kalau kamu perhatikan dari persamaan penjelasan di atas, terlihat bahwa nilai tekanan osmotik hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dalam larutan yang dinyatakan dengan kemolaran larutan. Nah kalau sudah paham, sekarang coba simak contoh soal di bawah ini ya.

Manfaat Tekanan Osmotik

Tekanan osmotik memiliki manfaat yang beragam, diantaranya yaitu:

Tekanan osmotik secara fisiologis

Tekanan osmotik berperan penting bagi proses fisiologis pada manusia, diantaraya yaitu:

  1. Penyerapan dari saluran pencernaan, juga pertukaran cairan di berbagai kompartemen tubuh mengikuti prinsip osmosis.
  2. Tekanan osmotik protein plasma mengatur air mengalir dari cairan usus bebas protein ke dalam pembuluh darah.
  3. Sel darah merah yang hidup, jika tersuspensi dalam larutan NaCl 0,92%, tidak mendapat atau kehilangan air. Secara singkat, cairan intraseluler sel darah merah adalah isotonik dengan membran sel darah merah dalam larutan NaCl 0,92%.

Penentuan berat molekul 

Karena semua sifat koligatif larutan tergantung pada konsentrasi pelarut, pengukurannya dapat berfungsi sebagai alat eksperimental yang mudah untuk menentukan konsentrasi, dan dengan demikian berat molekul zat terlarut.

Tekanan osmotik sangat berguna dalam hal ini, karena sejumlah kecil zat terlarut akan menghasilkan perubahan yang jauh lebih besar dalam jumlah ini daripada pada titik didih, titik beku, atau tekanan uap. bahkan larutan 10-6 molar akan memiliki tekanan osmotik yang dapat diukur.

Penentuan berat molekul sangat sering dilakukan pada protein atau polimer dengan berat molekul tinggi lainnya. Zat-zat ini, karena ukuran molekulnya yang besar, cenderung hanya sedikit larut dalam sebagian besar pelarut, sehingga pengukuran tekanan osmotik seringkali merupakan satu-satunya cara praktis untuk menentukan bobot molekulnya.

Osmosis air laut dapat menghasilkan tenaga listrik 

Prinsip kerja tekanan osmosis ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga listrik yang bersumber dari air laut.  Proses ini diawali dengan  mengumpankan  air  tawar  dan  air  laut  ke pembangkit. Air laut dan air tawar akan disaring terlebih dahulu untuk menghilangkan pengotor.   

Selanjutnya,  air  tawar  dan air  laut  mengalami  perbedaan  perlakuan, air tawar akan langsung dimasukkan pada modul membran, sedangkan  air  laut  akan  diberikan  tekanan  tambahan  sebelum masuk modul membran. Di  dalam  modul  membran  akan  terjadi  peristiwa osmosis  yang  menyebabkan  80-90%  air  tawar  akan berpindah  melalui  membran  ke  air  laut  bertekanan.  

Setelah keluar dari modul membran laju alir volumetric air bertekanan tinggi akan meningkat akan mengalir menuju turbin. Tetapi  aliran air  laut ini tidak semuanya menuju turbin melainkan sekitar 2/3 bagian akan diumpankan ke penukar tekanan untuk memberikan tekanan ke umpan air laut yang baru. Sisa air yang tidak diumpankan ke penukar tekanan akan mengalir melewati turbin dan menggerakkan turbin  sehingga  menghasilkan  listrik.

Transportasi air pada tanaman 

Aliran osmotik memainkan peran penting dalam pengangkutan air dari sumbernya di tanah ke pelepasannya oleh transpirasi dari daun, dibantu oleh kekuatan ikatan hidrogen antara molekul air.

Air masuk ke akar melalui osmosis, didorong oleh konsentrasi air yang rendah di dalam akar yang dikelola oleh transportasi aktif [non-osmotik] nutrisi ionik dari tanah dan oleh pasokan gula yang difotosintesis dalam daun.  

Ini menghasilkan sejumlah tekanan akar tertentu yang mengirimkan molekul air dalam perjalanan mereka melalui saluran pembuluh darah batang atau batang. Tetapi tekanan akar maksimum yang telah diukur dapat mendorong air hanya sekitar 20 meter, sedangkan pohon-pohon tertinggi melebihi 100 meter.

Tekanan akar dapat menjadi satu-satunya penggerak transportasi air pada tanaman pendek, atau bahkan pada tanaman tinggi seperti pohon yang tidak ada daunnya. Tetapi ketika tanaman yang lebih tinggi secara aktif melakukan transpirasi (kehilangan air ke atmosfer), osmosis mendapat dorongan dari apa yang disebut oleh fisiologis tumbuhan sebagai ketegangan kohesi atau tarikan transpirasional 

Karena setiap molekul H2O muncul dari lubang di daun, ia menarik sepanjang rantai molekul di bawahnya. Jadi ikatan hidrogen tidak kalah pentingnya dengan osmosis dalam keseluruhan proses transportasi air.

Proses Cuci Darah (Dialisis) 

Prinsip tekanan osmotik dapat diaplikasikan dalam bidang medis yaitu pada proses cuci darah atau yang juga dikenal dengan dialisis. Dalam bidang medis, cuci darah sangat penting bagi pasien penderita gagal ginjal yang diakibatkan oleh disfungsi ginjal sehingga tidak bisa berfungsi dengan semestinya untuk melakukan filtrasi darah.

Teknologi dialisis memungkinkan proses filtrasi darah dilakukan di luar ginjal menggunakan suatu mesin. Cara kerja dari mesin ini yaitu darah dari tubuh akan dimasukkan ke dalam mesin dan akan melalui suatu membran semipermeabel.

Melalui membran tersebut, kotoran dalam darah bisa dipisahkan melalui membran dialisis untuk terpisah dari darah sehingga akan didapatkan darah hasil cuci yang bebas dari pengotor.

Untuk pengawetan makanan 

Prinsip kerja tekanan osmotik dapat digunakan dalam industri makanan yaitu untuk proses pengawetan makanan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan terjadinya krenasi pada sel dimana untuk mengawetkan makanan, industri makanan biasanya menggunakan gula dengan jumlah banyak untuk menghasilkan larutan konsentrasi tinggi.

Dengan larutan yang berkonsentrasi tinggi atau hipertonik, maka saat ada bakteri yang datang tidak bisa bertahan hidup lama sebab air dalam sel bakteri akan mengalami osmosis keluar dinding sel menuju larutan gula dengan konsentrasi tinggi.

Akibatnya adalah sel pada bakteri mengalami peristiwa krenasi yang mengakibatkan sel mengerut sehingga kehilangan fungsinya dan membuat bakteri tersebut mati. Dua zat yang paling umum digunakan untuk menciptakan lingkungan hipertonik bagi mikroorganisme dan mencegahnya tumbuh adalah garam dan gula.

  • Garam untuk pengawetan daging

Garam meja (natrium klorida) adalah bahan utama yang digunakan dalam pengasapan daging. Penghapusan air dan penambahan garam ke daging menciptakan lingkungan yang kaya zat terlarut di mana tekanan osmotik menarik air dari mikroorganisme, sehingga memperlambat pertumbuhannya. Melakukan ini memerlukan konsentrasi garam hampir 20%.

  • Gula untuk pengawetan buah-buahan 

Gula digunakan untuk mengawetkan buah-buahan, baik dalam sirup dengan buah-buahan seperti apel, pir, persik, aprikot, prem atau dalam bentuk kristal di mana bahan yang diawetkan dimasak dalam gula sampai titik kristalisasi dan produk yang dihasilkan kemudian disimpan kering.

Tujuan dari gula adalah untuk menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat dengan kehidupan mikroba dan mencegah pembusukan makanan. Dari waktu ke waktu, gula juga telah digunakan untuk pengawetan non-makanan.

Misalnya, madu digunakan sebagai bagian dari proses mumifikasi di beberapa ritus Mesir kuno. Namun, pertumbuhan jamur dan jamur tidak ditekan seefisien pertumbuhan bakteri.

Pemurnian atau Desalinasi Air Laut

Agar air laut bisa digunakan dan dikonsumsi, maka perlu adanya pemurnian air dari zat terlarut yang ada pada air laut. Hal ini bisa dilakukan dengan menerapkan prinsip kerja tekanan osmotik, yaitu dengan memberikan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmotik air laut tersebut sehingga air sebagai pelarut akan melalui membran semipermeabel, meninggalkan zat terlarut pada  air laut yang tidak dapat melalui membran.

Proses tersebut disebut sebagai osmosis balik dimana pelarut dalam kondisi konsentrasi tinggi akan melalui membran semipermeabel menuju konsentrasi rendah. Tapi apabila proses ini dilakukan tanpa menggunakan tekanan yang besar maka yang akan terjadi sebaliknya, yaitu air murni justru akan masuk ke dalam air laut.

Pemurnian air limbah 

Bukan hanya untuk memurnikan air laut, prinsip kerja tekanan osmotik juga bisa digunakan sebagai  pemurnian air limbah untuk menghilangkan zat zat berbahaya sebelum dibuang ke lingkungan, yaitu melalui pengaplikasian reverse osmosis (RO) atau osmosis balik. Sama halnya ketika akan memurnikan air laut.

Reverse Osmosis menerapkan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmotik (antara 2-10 Mpa) ke dalam  larutan konsentrat, sehingga mengakibatkan larutan mengalir dari sisi konsentrat membran semipermeabel ke dilute side.

RO mempunyai kemampuan menyingkirkan total dissolved inorganic solid 95-99,5% dan dissolved organic solid 95-97%. Teknologi tersebut sudah digunakan untuk menyingkirkan radionuklida dari limbah cair level rendah seperti limbah uap dari pembangkit tenaga nuklir.

Prinsip kerja infus 

Prinsip kerja infus pada dasarnya menerapkan tekanan osmotik. Prinsip tekanan osmotik dalam penggunaan infus adalah contoh penerapan sifat larutan koligatif di bidang kesehatan. Penemu prinsip tekanan osmotik sebagai salah satu sifat koligatif larutan adalah Jacobus Henricus van’t Hoff.

Ia adalah pemenang nobel kimia tahun 1901 atas penelitiannya pada kimia kinetik tentang makna kesetimbangan kimia, tekanan osmotik, dan kristalografi. Penelitiannya yang berkaiatan dengan tekanan osmotik menunjukkan bahwa tekanan osmotik suatu larutan sebanding dengan konsentrasi dan suhu larutan tersebut.

Prinsip kerja minuman pengganti ion tubuh 

Prinsip tekanan osmotik bukan hanya digunakan pada cairan infus, tapi minuman-minuman pengganti ion tubuh yang kini marak di kalangan masyarakat juga menggunakan prinsip ini sebagai dasar pembuatannya.

Nah, itulah tadi penjelasan serta pengulasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan manfaat tekanan osmotik secara umum bagi kehidupan manusia. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Penurunan Titik Beku

Siapa diantara kalian yang gemar makan es batu? Wah  hampir semua senang es batu ya. Apalagi kalau pas lagi siang-siang jam istirahat sekolah, pasti deh langsung buru-buru ke kantin buat beli es teh manis. Di sini, Pak Rizal punya  informasi  tentang proses penurunan titik beku.

Oke, artikel ini ada dua pembahasan yah. Pertama adalah Titik Beku (Tf) dan yang kedua adalah Penurunan Titik Beku Larutan (∆ Tf).
titik beku    Es batu merupakan hasil proses pembekuan air (sumber: imgur.com)
1. Titik Beku (Tf)
Jadi begini , proses pembekuan itu terjadi ketika suatu zat telah mencapai titik beku. Titik beku (Tf) akan tercapai apabila temperatur saat tekanan uap zat padat, sama dengan tekanan uap zat cair. Jika kalian mengetahui bahwa titik beku air sebesar 0ºC, itu artinya tekanan uap air dalam bentuk cair pada temperatur 0ºC sama dengan tekanan uap air dalam bentuk padat.
Nah, jika temperatur yang diperoleh saat zat cair dan zat padat berada pada kesetimbangan, (pada 760 mmHg) disebut dengan titik beku normal. Oh iya jangan heran kalau ada perbedaan mengenai simbol titik beku ya, karena ada yang Tf dan ada yang Tb. Di sini simbol titik beku yang dipakai adalah Tf dari ‘freezing’  ya, kalau versi bahasa Indonesianya yaitu Tb dari ‘beku’. 
2. Penurunan Titik Beku Larutan
Apabila ke dalam sebuah zat pelarut ditambahkan zat terlarut, maka akan terjadi proses penurunan tekanan uap jenuh larutan. Kemudian, adanya penurunan tekanan uap jenuh larutan akan mengakibatkan penurunan titik beku larutan. Dapat dikatakan bahwa, larutan akan membeku pada temperatur yang lebih rendah.
Nah, berdasarkan penjalasan tadi, dapat dinyatakan bahwa penurunan titik beku larutan adalah selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan. Besarnya penurunan titik beku larutan diberi lambang ∆Tf. Harga ∆Tf ditentukan oleh banyaknya partikel zat terlarut dan tidak ditentukan oleh sifat zat terlarutnya. Nilai ∆Tf ditentukan berdasarkan rumus Bekmann dan Roult seperti berikut ini.

Sebagai acuan dan perbandingan  dalam melakukan pengamatan ataupun perhitungan, berikut ditampilkan data tentang titik beku dan nilai Kf beberapa pelarut.

27 Juli 2020

Kenaikan Titik Didih

KENAIKAN TITIK DIDIH

Pernah enggak sih kalian menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan saat memasak air?  Pasti kalian sendiri malas kan untuk menghitungnya. Hmm lalu bagaimana kondisi air dikatakan telah mendidih itu? Secara visual, air dikatakan mendidih ketika banyak gelembung air yang bergejolak ketika air dipanaskan. Eits, tapi ternyata ada prosesnya. Kita bahas yuk proses kenaikan titik didih.

kenaikan titik didih
Air yang dipanaskan akan mendidih dan menghasilkan uap air (sumber: doblellave.com)

1. Titik didih (Tb)


Nah, sebuah zat itu akan mendidih ketika tekanan uap zat cair sama dengan tekanan udara luar. Jadi, titik didih larutan adalah temperatur saat tekanan uap zat cair sama dengan tekanan udara luar. Titik didih yang diukur tanpa memperhitungkan pengaruh tekanan disebut titik didih normal. Titik didih normal ditetapkan berada pada 760 mmHg (≈760 torr), yaitu tekanan rata-rata pada permukaan laut. Oh iya, jangan heran ya kalau ada perbedaan mengenai simbol titik didih, karena ada yang Tb dan ada yang Td. Disi ni simbol titik didih yang dipakai adalah Tb dari boiling ya, dan kalau versi bahasa Indonesia yaitu Td dari didih.

Proses terjadinya pendidihan diawali ketika kita mulai memanaskan sebuah zat. Misalnya, saat kita memanaskan air, partikel-partikel air akan saling berpisah membentuk uap air. Proses ini mengakibatkan kenaikan tekanan zat cair. Ketika tekanan zat cair sama dengan tekanan lingkungan luar maka terjadilah peristiwa pendidihan. Pada saat air mencapai temperatur 100ºC,tekanannya menjadi 1 atm (≈760 torr ≈ 760 mmHg ≈ 101.325 Pa), sama dengan tekanan udara di luar. Hal ini menunjukan bahwa titik didih air adalah 100ºC.


2. Kenaikan titik didih larutan (∆Tb)


Bagaimana jika ke dalam air ditambahkan zat terlarut misalnya gula pasir? Partikel-partikel gula pasir akan menghambat  proses penguapan molekul air sehingga untuk mencapai tekanan uap air sama dengan tekanan udara luar, diperlukan temperatur yang lebih besar lagi. Dengan demikian, apabila ke dalam air ditambahkan zat terlarut maka titik didih larutan akan naik. Jadi kenaikan titik didih larutan dapat ditentukan sebagai selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarut.                                 ∆Tb = Tb(larutan) – Tb(pelarut)Untuk dapat membandingkan titik didih beberapa zat, di bawah ini diberikan data titik didih larutan dan tetapannya (Kb).

Untuk menentukan nilai kenaikan titik didih larutan dapat digunakan persamaan sebagaimana penentuan penurunan titik beku larutan. Persamaan yang digunakan adalah:

∆Tb = Tb (larutan) – Tb (pelarut)∆Tb = m . Kb

Dengan, 

∆ Tb =kenaikan titik didih (boiling point elevation)= molalitasKb = tetapan kenaikan titik didih (oC kg/mol)


Titik didih melibatkan lebih dari satu fase kondisi atau fase zat terkait (fase cair-gas). Oleh karena itu, akibat penurunan tekanan uap, dapat dijelaskan diagram fase.kenaikan titik didih

16 Juli 2020

Beginilah Caraku Memilihmu



Siang itu adalah siang pertama saya dan Bapak makan siang bersama lagi di rumah setelah saya menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Bandung selama satu tahun. Senang rasanya bisa kembali berkumpul dengan orang tua. Saking rindunya, saya sudah meninggalkan asrama PPG lebih dulu dibanding teman-teman yang lain padahal masih menyisakan acara yudisium. Siang itu Mama memasak makanan kesukaanku, ikan bandeng yang “dinasu kecci” kemudian kuahnya ditambah cabe rawit, eemm…sedaap.
Biasanya setelah menghabiskan makanannya, Bapak langsung berdiri dari tempat duduknya, karena di adat kami orang Bugis, dilarang duduk berlama-lama di tempat makan, harus segera berdiri meninggalkan tempat makan, meski sampai sekarang saya hanya bisa menebak-nebak apa sebenarnya mudharat duduk berlama-lama di tempat makan, mungkin karena tempat makan ingin segera dibersihkan dari sisa makanan. Ternyata ada sesuatu yang ingin didiskusikan oleh beliau. Seperti sudah direncanakan sebelumnya, sengaja Mama tidak ikut makan bersama dan membiarkan kami makan berdua saja. 
“Bagaimana Nak, kapan kita pergi melamar.?” 
“Melamar siapa Pak.?”
“Yah…teman kamu itu, yang pernah kamu ajak ke rumah waktu itu. Atau kalau bukan dia, disana juga ada sepupumu, sekarang dia kuliah dan sudah semester lima. Kamu tinggal pilih yang mana yang kamu suka.”
Sontak saja perasaan saya jadi tidak karuan, kaget, salah tingkah dan masih banyak perasaan aneh yang saya sendiri tidak tau apa namanya.
“Wah…Pak, jangan dulu lah, saya belum siap. Saya belum berfikir ke arah itu. Rencana saya, saya mau ke Palembang dulu, bekerja setahun atau dua tahun dulu, mengenal situasi di sana dulu, mau cari tempat tinggal dulu di sana, naah kalau semua itu sudah terwujud, baru saya akan pulang membicarakan tentang ini Pak.”
“Justru Bapak sengaja ingin menyegerakan kamu untuk menikah, selain supaya ada yang menemani kamu nantinya di Palembang, kamu tahu sendiri Nak, umur Bapak sudah lumayan tua, sudah sakit-sakitan, betapa sedihnya Bapak seandainya bapak tidak bisa melihat kamu menikah, yang berarti pula tanggung jawab bapak sebagai orang tua tidak terlaksana.”
Wow, kata-kata bapak ini benar-benar menguras perasaanku.
“Tapi Pak!”
“Bapak sama Mamamu punya sedikit tabungan hasil penjualan mobil pete’-pete’ (Angkot) kita, juga ditambah hasil berdagang kecil-kecilan kita di depan rumah, mudah-mudahan itu cukup untuk biaya pernikahanmu nanti. Dengar-dengar sawah kita yang di Desa Makkaraeng sana juga sudah dilirik PT. Angkasa Pura untuk proyek perluasan bandara. Insya Allah cukup Nak.”
Allahu Akbar, saya benar-benar kalah untuk masalah ini, tak sanggup lagi saya menolak permintaan bapak. Saya merasa sangat beruntung, dikala teman-teman yang lain banyak yang ingin menikah tapi terkendala oleh sebab ini dan itu, ini malah saya disuruh untuk segera menikah.
“Baiklah Pak, saya pikir-pikir lagi.”
Di sore harinya, saya memanfaatkan hari pertama saya di kampung dengan bersepeda keliling kampung. Tampak banyak perubahan. Sekarang sudah ada pabrik sosis yang berdiri megah tepat disamping rumah. Empang kakek yang sewaktu kecil dulu kami selalu menghabiskan liburan dengan memancing atau sekedar bermain-main di rumah pohon, sekarang sudah tertutupi bangunan pabrik. Teman-teman sepermainan waktu kecil dulu, sekarang sudah tak terihat lagi di kampung, ada yang merantau, ada yang bekerja dan ada juga yang sudah pindah kampung karena ikut suami atau istrinya. Aahh…saya kangen dengan masa kecil dulu.
“Zal, sini Zal.!”
“Iya Om. Wah anaknya sudah besar yah.”
“Iya nih, sudah besar tapi belum bisa jalan, lehernya saja masih belum bisa tegak sendiri. Doain yah supaya bisa sepintar kamu nantinya.”
“Insya Allah Om, Mudah-mudahan jadi anak sholeh dan pintar yah dek.”
“Bagaimana Zal, bapakmu sudah ngomong belum.?”
“Tentang apa Om.?”
“Ya…tentang sepupumu yang akan dilamarkan untuk kamu.”
“Ooh…sudah Om”
“Lalu bagaimana.?”
“Belum tau Om, saya masih bingung”
“Kamu tidak kasihan sama bapakmu, dia itu sudah ingin melihat kamu menikah. Bapakmu sudah cerita semuanya sama om, bahkan dia meminta om untuk membantu membujukmu. Mau yah Nak.”
“Hmm…gimana ya Om. Saya minta petunjuk Allah dulu ya Om.” Hening sejenak. 
“Sudah hampir maghrib, saya pulang dulu ya Om, dada dede ganteng, mmmuaach” ðŸ˜€
Waah, ternyata ini bukan main-main lagi. Bapak sampai sudah cerita dan minta bantuan keluarga yang lain untuk membujuk saya. Baiklah, permainan dimulai. Bismillah ðŸ™‚
Seusai shalat Isya di mesjid milik pabrik sosis itu, saya segera pulang, membuka laptop dan mencari foto cewe’, wanita, akhwat atau apalah namanya. Dari ribuan nominasi, terpilihlah tiga gambar dengan kelebihan dan keunikannya masing-masing. Pastinya tidak asal pilih yah, ketiganya sesuai dengan kriteria yang Rasulullah ajarkan. Sholehah, cantik, pinter dan dari keturunan yang baik-baik. Kalau kata orang harus bagus bibit, bobot dan bebetnya. Selamat untuk ketiga nominasi dan pada kesempatan ini pula saya minta maaf kepada para nominasi yang tidak terpilih. He.he ðŸ˜€
Di ruang keluarga, ada Mama, kakak dan ade’ koro-koroang lagi nonton tv. Segera saya bawa laptop ke hadapan Mama.
“Mah…Mama sayang, mama kan sudah pengen punya menantu dari anak gantengmu ini, sok silahkan Mama pilih, tunjuk saja yang mana yang mama suka. Tapi maaf mah, teman yang pernah saya ajak kerumah itu bukan pacar saya, hanya teman kuliah yang kebetulan rumahnya dekat dari sini jadi saya ajak mampir. Sudah lama saya tidak berkomunikasi dengannya, takut dia sudah ada yang punya jadi dia tidak saya pilih. Lalu untuk sepupu saya yang kata bapak cocok sama saya, saya juga tidak pilih dia, kata guru SMA saya, menikah dengan keluarga dekat kurang bagus, kadang keturunannya cacat mah”
“Kok Mama yang pilih, yang mau nikah kan kamu”
“Nggak Mah, untuk urusan yang satu ini saya serahkan ke mama saja lah, Insya Allah kalau mama suka, saya juga suka”
“yang ini cantik, yang ini juga, wah yang ini juga manis. Udah nikahi ketiga-tiganya saja Zal (He.he..yang ini HOAX, ini mah maunya saya ðŸ˜€ ). Yang ini orang mana, kalau yang ini.?” Mama menjejali saya dengan puluhan pertanyaan.
“Yang ini orang sini mah, nah kalau yang ini orang sana, kalau yang manis ini dari situ mah. Yang ini pinter, sholehah, Cuma agak cerewet. Kalau yang ini pendiam mah, tapi agak cuek. Nah kalau yang manis ini begini tapi begitu.” Hoaah…lebih-lebih dari introgasi polisi saja mama nih. 
“Pede amat kamu dek milih-milih cewek seperti itu, emang mereka suka sama kamu.?” Kakakku yang cantik ikut nyeletuk.
“Belum tau juga sih kak, pokoknya mama pilih saja yang mana menurut mama yang paling cocok dijadiin menantu, nah selanjutnya biarkan saya yang menanyakan ke dia, mau nggak dia jadi menantu mama. He.he
Akhirnya mama telah menunjuk satu yang cantik. Melalui istikharah yang panjang dan berulang, saya tanyakan keadaan si hamba kepada Penciptanya, baikkah dia untuk saya. Baikkah dia untuk agama, dunia dan akhirat saya. Jika baik, mudahlancarkan niat ini. jika tidak baik maka susahsulitkan prosesnya.
Keesokan harinya, sengaja saya ke mesjid Al-Markaz Al-Islami Maros, mesjid kebanggan kami orang Buttasalewangang. Di mesjid ini rutin diadakan pengajian ba’da Magrib sampai Isya. Seusai shalat Isya, saya berputar di depan mesjid, mencari tempat yang nyaman, segera saya keluarkan ponsel dari saku celana, mencari nomer si cewek yang sudah dipilih mama semalam dan langsung menghubunginya. Saya hubungi, tapi sebelum nyambung ke dia, segera saya matikan. Berulang kali saya lakukan seperti itu. Tak berani rasanya mengutarakan semua ini padanya. Saya kembali merancang kalimat, kata demi kata dihubungkan dengan konjungsi yang sesuai. Detak jantung bergemuruh saling kejar-kejaran seakan ingin merobek dada ini. lidah terasa kaku seakan bertulang. Dinginnya malam tak kuasa membendung keringat di sekujur tubuh. Ooh Allah, kuatkan hamba.
“Assalamu Alaikum”
“Wa’alaikum salam warahmatullah”
“Dimana sekarang?”
“Lagi di asrama kak, ada apa ya kak?”
“Nggak, ga papa. Eee.ee.e.sebelumnyasaya minta maaf kalau saya lancang. Eehh..ini, kamu sudah ada yang khitbah belum?”
(Terdiam sejenak) “Insya Allah belum ada kak”
“ee..ee..ee kamu mau tidak menikah dengan saya?” Wahahaiii…tudepoin banget saya yah ðŸ˜€
(dianya terdiam)
“Orang tua saya ingin segera melihat saya menikah, mereka takut keburu meninggal dan tidak sempat melihat saya menikah”
“Saya minta waktu ya kak, soalnya saya harus mendiskusikannya dengan mama dan keluarga yang lain. Berapa lama kira-kira saya diberi waktu untuk istikharah?”
“Tidak usah cepat-cepat. Mohon petunjuk Allah. Namun jika sudah ada keputusan, lebih cepat lebih baik.”
“Saya minta waktu sampai hari jumat ya kak, mau pulang dulu ke mama”
“Iya, hati-hati di jalan. Serahkan semuanya kepada Allah. Kita hanya merencanakan, namun semua kembali pada kehendak Nya.” 
Rasanya lega banget seakan beban di pundak berjatuhan setelah semua usai diutarakan.
​         Foto halaman Mesjid Al-Markaz Maros
Malam semakin larut memaksa saya harus segera pulang kerumah dengan berbagai pikiran yang menggelayut. Bagaimana nantinya seandainya dia menerima. Bagaimana pula langkah selanjutnya seandainya dia menolak lamaran saya. Segera saya kabarkan hasil pembicaraan saya dengan dia kepada mama. Mama menyarankan untuk banyak berdoa, menyerahkan segala urusan ini kepada Allah.
Selasa, rabu, kamis dan akhirnya tiba juga hari jumat, hari dimana dia akan memberikan jawaban atas ajakan saya senin malam yang lalu. Frekuensi saya memandang handpone lebih intens di hari itu, jangan sampai ada pesan dari dia yang telat saya baca. Maghrib dan Isya pun berlalu tapi belum juga ada kabar darinya. Aahh…mungkin saya ditolak. Mungkin dia bukan untuk saya. Mungkin, mungkin.
Oke, hari yang dia janjikan berlalu juga. Saatnya saya berfikir untuk langkah selanjutnya. Yang ini menolak, berharap dipercobaan selanjutnya diterima. Mungkin yang kemarin saya terlalu pede, main langsung ngajak nikah aja, suka juga enggak mungkin dianya sama saya. Dari tiga nominasi yang telah kuperlihatkan ke mama malam itu, tersisa dua kandidat lagi. Siapa yang bakal saya hubungi lagi masih menjadi jawaban tersulit yang belum mampu kupecahkan di malam itu. Doa memohon petunjukNya mengalir deras. Lamaran ditolak, biarkan doa yang bertindak, asal jangan minta bantuan ke dukun saja.
“Iya kak, mama dan keluarga yang lain sudah setuju.”
Pesan singkat yang masuk di hp saya minggu pagi itu sempat membuat saya merasa melayang jauh ke angkasa, seakan terbang bersama burung-burung melintasi putihlembut awan dan hangatnya mentari. Yaah, sms itu dari dia. Saya baca kembali pesan singkat itu, saya pastikan nomer pengirimnya, dan benar, itu dari dia, Akhwat Sunda asal Sukabumi, rekan seperjuangan selama PPG di Bandung, yang saya hubungi di malam itu.
“Alhamdulillah, terima kasih” saya membalas singkat.
Segera saya temui Penciptanya melalui shalat dhuha, air mata syukur mengalir perlahan membasahi sadajah, empat rakaat terasa begitu nikmat saat itu. Kembali saya merayu kepada Allah, memohon dimudahlancarkan segala urusan kedepannya.
Tak sanggup rasanya kabar bahagia ini kupendam sendiri, segera saya sampaikan ke mama, bapak dan kakak yang di Banjarmasin. Senyum bahagia juga terlihat di wajah mereka.
Malamnya, ba’da shalat Isya, di ruang keluarga,tempat kami berkumpul sambil menonton tv, tiba-tiba Bapak meminta mama untuk mengambil semua tabungannya di kamar. Memang bapak dan mama selalu ingin cepat-cepat jika ada sesuatu yang telah direncanakan, begitu mengetahui kalau lamaran saya diterima, bersegera saja mereka mempersiapkan uang yang nantinya dibutuhkan untuk pernikahan saya. Terlihat mama mengambil sebuah amplop yang berisi beberapa ikat uang yang terikat oleh karet gelang dan sebuah celengan bambu yang dibuat sendiri oleh mama. Mama langsung memecahkan celengannya di depan kami, nampak pecahan duapuluhan, lima puluhan dan seratus ribuan terlipat kecil-kecil berhamburan di lantai. Bapak meminta saya menghitung semua uang yang ada, katanya ini hasil tabungan beberapa tahun yang lalu dan hasil penjualan mobil pete’-pete kami yang dijual saat saya mengikuti program SM3T di Papua. Saya tak mampu berkata-kata, mereka begitu ikhlas, saya tak tahu hati apa yang Allah ciptakan untuk mereka sehingga mereka rela berkorban apa saja untuk kami, anak-anaknya. Momen ini kembali menyadarkan saya kalau saya benar-benar beruntung memiliki orang tua yang sangat menyayangi saya. Belum tau apa yang bisa saya lakukan untuk membalas semua kebaikan mereka. Sebenarnya saya juga punya tabungan dari hasil menjadi guru kontrak SM3T, jadi guru honor, guru private dan saat jadi tentor di lembaga bimbingan belajar di Maros dan Makassar, tapi kata bapak simpan saja untuk keperluan kalian setelah menikah nanti.
Esoknya, segera saya menghubungi Pak Muin, dengan malu-malu saya sampaikan keinginan saya untuk ditemani ke Sukabumi melamar sang Akhwat. Keluarga Pak Muin adalah keluarga baru yang dipertemukan Allah waktu saya PPG di Bandung. Mereka sangat bersahaja. Hidup dalam kesederhanaan tapi tak membatasi mereka untuk selalu berbagi, terutama kepada kami mahasiswa PPG. Hampir tiap malam, ba’da shalat Isya, beliau mengajak kami makan malam di rumahnya. Terkadang kami juga menolak, takut keluarga beliau bosan melihat kami yang tiap hari datang bertamu. Dan benar saja, sosok beliau yang suka bercanda sontak menertawai saya, mengusili saya dengan gelontoran kata-kata ciiee, ciiee yang pastinya membuat saya malu sendiri. Beliau bersedia dengan berusaha mencari teman yang lebih paham masalah lamar-melamar, karena rendah beliau, beliau belum berpengalaman tentang begituan.
Sebenarnya saya dan dua rekan PPG yang pulang lebih dulu dari asrama PPG sudah sepakat dan berjanji tidak akan kembali lagi ke Bandung untuk mengikuti acara Yudisium. Seperti yang saya duga, kedua rekan PPG itu menganggap saya ingkar janji. Walau telah saya jelaskan berulang-ulang, tetap saja mereka tidak bisa menerima. Apalagi ditambah adanya kabar dari pihak Universitas bahwa mahasiswa yang tidak mengikuti acara yudisium tidak akan diberikan sertifikat pendidiknya. Akhirnya saya berusaha membujuk mereka dengan berjanji akan mengambilkan sertifikat mereka.
1 Maret 2015, berselang tiga hari setelah acara yudisium, berbekal alamat yang dia kirim lewat sms, saya berangkat menuju kabupaten Sukabumi bersama keluarga pak Muin dan pak Minto. Pak Minto inilah yang bakalan menjadi peyambung lidah keluarga besar saya di Maros yang belum bisa hadir karena alasan efisiensi kepada keluarga gadis sunda itu. Sesampainya di kediaman sang putri geulis, kami sudah disambut dengan berbagai makanan khas tanah Pasundan. Pak Minto langsung beraksi dengan bahasa sundanya yang cukup fasih, padahal Pak Minto bukan orang Sunda, hanya saja beliau rajin berguru ke sang istri. Perdebatan yang cukup sengit pun terjadi, pak minto yang tadinya di ruang tamu bersama kami, tiba-tiba dipanggil ke dalam ruang khusus bersama sebagian keluarga dari sang gadis. Tak boleh saya mengetahui obrolan mereka, hasilnya pun tak boleh diberitahu ke saya kecuali setelah kami pulang ke Bandung lagi. Acara lamaran pun berakhir dengan makan siang bersama.
Sesampainya kami di Bandung, setelah melihat saya sudah enakan lagi pasca perjalanan panjang yang melelahkan karena macet parah di jalan, barulah pak Minto memaparkan semua yang dibicarakan pada acara lamaran pagi tadi. Sempat kaget juga mendengarnya. Tak berani saya mengabari Bapak tentang ini, kecuali meminta kakak yang menyampaikannya. 
“Lisuno Nak, koni’mai sappa laingnge, de’ kapang diullei kosikoro naillau taue’, ” begitulah pesan berbahasa bugis Bapak melalui telepon setelah beliau mengetahui hasil di acara lamaran tadi. Kakak dan keluarga-keluarga di Maros pun meminta saya untuk pulang saja, mencari calon di Maros saja.
“Kalaupun kita paksakan, Insya Allah bisa Nak, Cuma rasanya berlebihan jikalau untuk acara yang sehari nanti kita habis-habisan sampai harus pinjam uang di bank, kedepannya kalian sendiri yang repot bayar-bayar pinjaman di bank. Harusnya pak Minto ngomong dulu, tidak usah tunangan dulu, surat-surat yang dari kantor KUA juga jangan diserahkan dulu disana, nah kalau sudah seperti ini, kalau tidak jadi, kan repot mau mengambilnya lagi disana.” Kembali Bapak melanjutkan unek-uneknya. Bapak yang memang saya kenal sebagai sosok yang kritis, bijak dan berpandangan luas selalu menjadi tempat bagi kami mengadukan masalah-masalah untuk meminta solusi.
Esoknya, ba’da shalat dhuha, saya berinisiatif untuk menghubungi ibunya si gadis sunda itu. Saya menjelaskan keadaan saya dan keluarga kepadanya. Dan alhamdulillah beliau setuju, meski kedengarannya agak berat. Saya sebenarnya bisa memaklumi, ditengah harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi, keinginan untuk menyemarakkan resepsi pernikahan pertama di keluarga, ditambah adanya kabar kalau dia melangkahi tetehnya. Segera saja kabar baik ini saya sampaikan ke bapak dan keluarga di Maros dan Makassar.
Berjeda 27 hari sejak lamaran dan akad nikah, dengan alasan penghematan, maka saya memutuskan untuk tetap di Bandung meski harus merepotkan pak Muin dan keluarganya, mengisi hari-hari itu untuk banyak belajar di pesantren aa Gym yang memang kebetulan dekat dengan rumah pak Muin, paling senang kalau ada yang akad nikah di mesjid Darut Tauhid, bisa sekalian belajar cara ijab kabul. He.he.
Ditengah persiapan mahar, seserahan dan akomodasi nantinya ke Sukabumi, sempat ingin teriak, ingin protes, dimana keluargaku, dimana mereka saat saya butuh, kenapa semua ini saya lakukan sendirian. Aah…cengeng, tidak gentle, kekanak-kanakan saya ini.
27 Maret 2015
Hari ini bapak dan mama akan berangkat dari Makassar ke Bandung. Sempat khawatir juga, soalnya ini adalah pengalaman pertama mereka naik pesawat, padahal jauh sebelum mereka berangkat sudah saya jelaskan alur cara cek in, ke ruang tunggu, saat naik ke pesawat, saat nunggu bagasi, pokoknya lengkap kap kap. He.he.he. Dan Alhamdulillah ba’da Maghrib mereka mendarat di Bandung dengan selamat. Segera kami menuju kediaman pak Muin, rapat persiapan keberangkatan esok hari pun tak terelakkan, Pak Muin, Pak Minto, saya, bapak dan mama duduk melingkar mengelilingi burasa dan makanan khas Makassar yang dibawa mama ke Bandung. Oke fix, kita berangkat ba’da Subuh esok.
28 Maret 2015
Sebelum subuh semuanya sudah pada bangun mempersiapkan diri masing-masing. Mama kedinginan, tak berani beliau menyentuh air, persis waktu saya pertama kali menginjak Bandung dulu. Hampir satu jam kami menunggu, tapi Pak Minto belum juga datang menjemput, sementara di mobil yang lain, rombongan Pak Edi Suresman, Ibu Isa dan kang Jajang sudah gelisah menunggu di depan gerbang UPI. Mereka pun memutuskan berangkat duluan untuk menghindari macet dan menunggu kami di Cianjur. Mama terus menasehati bapak yang mulai emosi. Akhirnya kami berangkat satu jam lebih lambat dari rencana. Macet dan terkadang berhenti di jalan karena mama mulai mabuk perjalanan menambah panjang durasi perjalanan Bandung-Sukabumi. Handpone saya tak berhenti berdering, calon pengantin wanita, calon mertua dan keluarga-keluarganya silih berganti menanyakan posisi kami.
“Udah Zal, kalau gak mau nunggu lagi, suruh aja cari pengganti penganten laki-lakinya. He.he.” Ahh…Pak Muin masih saja bisa bercanda disaat-saat seperti ini.
Alhamdulillah, akhirnya kami sampai juga meski sangat telat. Kegelisahan calon penganten wanita, keluarga dan para tetamu, terbayarkan ketika melihat pangeran ganteng tanah Bugis turun dari mobil. He.he. Akad nikah yang direncanakan pukul 08:00 pagi, ternyata Allah menghendaki di pukul 10:55. 
“SAH”
“SAH”
“Alhamdulillah”
Babak baru kehidupan bersamanya dimulai. Iringan do’a dari orang tua, keluarga, tetangga dan sahabat mengeratkan ikatan suci ini. 
Yang haram kini menjadi halal, yang maksiat kini menjadi ibadah, kekejian kini menjadi kesucian, dan kebebasan kini menjadi tanggung jawab. Maka nafsu pun kini berubah menjadi cinta dan kasih sayang.
Aduhaai…Nikmatnya.
Jika ada surga di dunia, maka surga itu adalah pernikahan yang bahagia. 
Ya Allah, limpahkanlah kami cinta yang engkau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan khadijah Al Qubro, yang Engkau jadikan mata air kasih sayang Imam Ali dan Fatimah Az-Zahra, yang Engkau jadikan penghias keluarga Nabimu yang suci.
Ya Allah…jadikan kami suami istri yang saling mencintai dikala dekat, saling menjaga kehormatan dikala jauh, saling menghibur dikala duka, saling mengingatkan dikala bahagia, saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan, saling menyempurnakan dalam peribadatan.
Ya Allah…sempurnakan kebahagiaan kami dengan menjadikan pernikahan ini sebagai ibadah kepadamu dan bakti kepada kepengikutan dan cinta kami kepada sunnah keluarga Rasul-Mu.
Aamiin