Tampilkan postingan dengan label pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembelajaran. Tampilkan semua postingan

05 Januari 2020

RPP Satu Lembar: Efisiensi Administrasi Guru



Halo, Sahabat! Kali ini Pak Rizal akan bercerita tentang isu yang lagi rame-ramenya di dunia pendidikan, terutama di kalangan para guru. Yaitu RPP. Bagi para guru menyusun RPP itu penting, karena menjadi acuan dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Namun fakta di lapangan, para guru akhirnya ter'sibuk'an dengan salah satu beban administratif ini. Nah, entah kabar gembira atau tidak. Pak Menteri Pendidikan kita yang baru, yang akrab dipanggil Mas Menteri, Pak Nadiem Makariem, membuat surat edaran terbaru yaitu No.14 tahun 2019 yang isinya:
1. Penyusunan RPP dilakukan dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid
2. Bahwa 13 komponen RPP yang harus ada berdasarkan Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah, yang menjadi komponen inti adalah tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Komponen lainnya hanya pelengkap.
3. Sekolah, KKG, MGMP, dan individu guru dapat secara bebas memilih, mengembangkan format RPP tersendiri
4. RPP yang telah dibuat dapat digunakan, dan dapat juga disesuaikan sesuai ketentuan yang dimaksud pada no 1,2, dan 3.

Pada Surat Edaran  (SE) tersebut juga dilampiri Daftar Tanya Jawab Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

1. Apa yang menjadi pertimbangan penyederhanaan RPP?
Guru-guru sering diarahkan untuk menulis RPP dengan sangat rinci sehingga banyak menghabiskan waktu yang seharusnya bisa lebih difokuskan untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri.

2. Apa yang dimaksud dengan prinsip efisien, efektif dan berorientasi pada murid?
* Efisien berarti penulisan RPP dilakukan dengan tepat dan tidak menghabiskan banyak waktu dan tenaga.
* Efektif berarti penulisan RPP dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
* Berorientasi pada murid berarti penulisan RPP dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan, ketertarikan, dan kebutuhan belajar murid di kelas.

3. Apakah RPP dapat dibuat dengan singkat, misalnya hanya satu halaman?
Bisa saja, asalkan sesuai dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi kepada murid. Tidak ada persyaratan jumlah halaman.

4. Apakah ada standar baku untuk format penulisan RPP?
Tidak ada. Guru bebas membuat, memilih, mengembangkan, dan menggunakan RPP sesuai dengan prinsip efesien, efektif, dan berorientasi pada murid.

5. Bagaimana dengan format RPP yang sudah dibuat guru?
* Guru dapat tetap menggunakan format RPP yang telah dibuatnya.
* Guru dapat pula memodifikasi format RPP yang sudah dibuat sesuai dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi kepada murid.

6. Berapa jumlah komponen dalam RPP?
Ada 3 komponen inti, yaitu tujuan pembelajaran, langkah­ langkah pembelajaran (kegiatan), dan penilaian pembelajaran (assesmen). Komponen-komponen lainnya adalah pelengkap.Tujuan pembelajaran ditulis dengan merujuk kepada kurikulum dan kebutuhan belajar murid. Kegiatan belajar dan asesmen dalam RPP ditulis secara efisien.

Melalui edaran ini, para guru akhirnya mulai tertarik dan mencari tahu bagaimana cara membuat RPP satu lembar. Nah, ini mungkin contoh RPP satu lembar yang bisa dijadikan referensi.
https://documentcloud.adobe.com/link/track?uri=urn%3Aaaid%3Ascds%3AUS%3Aab3df77e-5643-47ca-80cf-d7872957949c

Terlepas dari kebijakan beliau yang masih pro kontra di kalangan pendidik, Pak Rizal berpendapat sebaiknya RPP tidak dijadikan beban bagi para guru. Namun tetap dalam penyusunannya, kita harus memikirkan para siswa kita. RPP menjadi satu lembar sangat baik, karena mengurangi jumlah kertas yang biasa dipakai hingga berlembar-lembar. Namun tetap saja RPP tidak akan berarti jika kita tidak aplikasikan. Semangat untuk revolusi pendidikan!

29 Desember 2019

Membuat Media Pembelajaran Komik dengan Aplikasi Comic Life


Halo teman-teman semua. Di artikel kali ini saya akan berbagi pengalaman dan ilmu yang pernah saya dapat saat mengikuti pelatihan daring seamolec, yaitu membuat komik pendidikan (Educational Comic). Komik yang dibuat menggunakan aplikasi comic life. Pelatihan ini bertujuan untuk merancang komik sebagai media pembelajaran, dari rancangan narasi visual ini siswa dapat membaca cerita dengan muatan topik mata pelajaran. komik pendidikan ini diilustrasikan dengan kolase foto dengan format (images) sehingga diharapkan mudah dibuat oleh guru atau pendidik dan mudah disebarkan kepada siswa dalam membantu minat baca sumber belajar.

Berikut langkah-langkah membuat komik tersebut:
  1.    Install aplikasi comic life. Kita bisa mengunduhnya di internet. Salah satunya yaitu di situs https://comic-life.en.uptodown.com/windows
  2.     Setelah aplikasi terinstall, kemudian kita jalankan aplikasi sampai aplikasi terpasang di computer kita. Kita bisa juga menggunakan aplikasi ini di gawai pintar kita.
  3.       Buka aplikasi kemudian pilih template komik sesuai yang diinginkan, dan pilih jumlah panel.
  4.       Pasang foto yang akan kita jadikan komik.
  5.       Pilih efek komik dan kita tambahkan balon komik berupa percakapan.
  6.       Komik pun jadi.
Ini contoh komik yang saya buat, yaitu komik tentang korosi (perkaratan) yang merupakan topik kimia di kelas XII. Sebelum pembuatan komik ini tentunya kita harus membuat terlebih dahulu story line sebagai panduan pembuatan komik. Dalam pembuatannya kita tetap mengacu terhadap KD dan RPP yang telah disusun.

         


Jika kalian ingin merancang komik pendidikan, berikut langkah-langkah yang bisa kalian ikuti agar proyek kalian bisa lebih terarah,
      1. Apa judul topik pembelajaran yang akan disampaikan?
      2. Siapa target pembaca komik?
      3. Siapa saja tokoh/karakternya?
      4. Dimana latar belakang lokasinya?
      5. Apa topik belajarnya?
      6. Bagaimana menyelesaikan pertanyaan yang muncul?
      7. Berikan aktivitas setelah membaca/evaluasi!

Merancang Story Line:

  1. Judul dan topik pembelajaran
  2. Nama pembuat cerita
  3. Target pembaca
  4. Tujuan Pembelajaran
  5. Nama tokoh
  6. Sinopsis
  7. Storyline (Dialog tiap adegan)
Jika kalian ingin melihat storyline yang sudah saya buat, silahkan buka di drive saya di link https://drive.google.com/file/d/1J657Y92bnKiXoC_iEHzKBwtW-jOJrN5D/view?usp=sharing

Kalian juga bisa menyimak tutorial pengenalan dan penggunaan aplikasi Comic Life di video berikut ini.



Bagaimana, menarik bukan membuat komik untuk media pembelajaran? Silakan mencoba!

16 Desember 2019

Sulap Kimia dengan Es dan Garam


Halo sahabat semuanya! Apa kabar hari ini?
Di artikel perdana saya, saya akan memposting tulisan yang berkaitan dengan kimia. Mungkin banyak yang berpikir kimia itu susah. Padahal sebenarnya kimia itu mudah loh. Dan yang terpenting mengasyikkan. Nah untuk kali ini kita akan melakukan sulap kimia. Alat dan bahan yang kita gunakan memakai bahan sederhana. Berikut alat dan bahannya:
Alat:
Seutas Benang

Piring/ Wadah


Bahan:
Es batu

Garam


Kira-kira jika ada alat dan bahan seperti itu, apa yang akan teman-teman lakukan supaya bisa mengangkat es batu dengan seutas benang, tanpa harus mengikatnya?

Ayo coba dipikirkan terlebih dahulu!

Yups, sangat mudah! Di sini ada konsep kimia yang harus kita gunakan, yaitu berkaitan dengan salah satu sifat koligatif larutan. Sebelum saya jelaskan lebih jauh, saya akan bagikan trik sulap mengangkat es batu tersebut terlebih dahulu dengan menggunakan benang.
Sangat mudah. Kita hanya cukup menaburkan sedikit garam di atas es batu tersebut, kemudian letakkan benang tadi di atas es batu. Perlahan, es batu akan mencair, dan seutas benang tadi akan masuk. Beberapa detik kemudian permukaan es yang meleleh itu akan menutup kembali. Alhasil, si benang sudah terperangkap dalam es. Dan kita akan dengan mudah mengangkat es batu tersebut hanya dengan seutas benang.

Bagaimana tema-teman? Menarik bukan? Adakah yang berhasil melakukan hal tersebut?

Sebagai bahan referensi atau acuan, kalian bisa menyaksikan video berikut. Check it out!

Ini baru satu dari sekian percobaan sederhana yang akan saya bagikan. Untuk penejelasan mengenai topik ini, akan saya unggah di artikel berikutnya. Salam Kimia!